Hari Minggu pukul 22:30 konser Peterpan yang terakhir ditampilkan. Konser ini bertemakan “sebuah nama sebuah cerita” dan bertempat di pantai karnival Ancol, acara dibanjiri oleh para penggemar Peterpan yang ingin menyaksikan secara langsung group band yang telah memecahkan salah satu rekor MURI (museum rekor Indonesia), yaitu melakukan konser di 6 kota selama 24 jam. Peterpan adalah band fenomenal yang berdiri di kota Bandung pada tahun 2000-an dengan di motori oleh 6 personel, pada album pertamanya Peterpan telah menjual lagu yang tergolong sebagai pendatang baru sebanyak 750 ribu kopi. Penjualan album tersebut adalah sesuatu yang luar biasa karena selain sebagai band pendatang baru, juga karena lagu-lagu yang mereka nyanyikan langsung dapat diterima oleh banyak masyarakat di Indonesia. Hal ini berlanjut pada album-album mereka yang lain dengan memecahkan rekor penjualan dan juga mendapatkan berbagai penghargaan multi platinum.
Konser terakhir ini dihadiri oleh beberapa bintang tamu dari musisi-musisi Indonesia yang telah memiliki nama di dunia belantika musik lokal, diantaranya yaitu Giring Nidji, Rian D’massive, dan Pasha Ungu. Pada awal-awal konser dimulai ketiga bintang tamu tersebut bernyanyi bersama dengan Peterpan, lagu yang dinyanyikan berjudul “ada apa denganmu” terasa begitu penuh makna dan sekaligus penuh kesedihan. “Kau peluk aku sebelum membunuhku, tak sanggup melihatku termenung melihatmu… Aku menunggumu, menunggumu mati didepanku-didepanku…” adalah sebagian lirik dari lagu berjudul “Di belakangku” yang dinyanyikan secara duet oleh Peterpan dan Rian D’massive.
Salah satu tamu spesial di dalam acara ini adalah seorang legenda yang sangat di hormati oleh banyak musisi-musisi Indonesia. Sosok seorang Iwan Fals sangat cocok sebagai bintang tamu dalam konser terakhir Peterpan ini, mereka berdua menyanyikan lagu dengan judul “yang terdalam” secara akustik. Suara Iwan Fals terasa sangat begitu enak untuk didengar oleh telinga manusia, bagaikan air yang menyirami tanaman yang sangat gersang, apalagi ditambah dengan permainan harmonika yang ditiupkan dari mulut seorang Iwan Fals. Komentar Iwan Fals pada acara ini adalah “semoga konser ini adalah bukan benar-benar konser yang terakhir untuk band Peterpan”, amiiin ya untuk harapan seorang legenda musik Indonesia Bang Iwan Fals.
Di balik awan adalah judul lagu terakhir yang dinyanyikan oleh Peterpan sebagai lagu penutup dalam konser terakhir “sebuah nama sebuah cerita”. Acara yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta (RCTI dan Global TV) ini sungguh akan menjadi catatan sejarah dalam dunia musik Indonesia. Semoga band Peterpan akan menjadi sebuah band baru yang tidak kalah bagusnya dengan band Peterpan ini. Selamat berjuang untuk Ariel, Lukman, Luki dan Reza…
--n258j--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar